Sang Pemimpi
DVD : Rp. 59.000,- VCD : Rp. 39.000,-
Audio : Indonesian
Subtitles : English; Indonesian
Duration : 122
Writer : Andrea Hirata
Producer : Miles Films & Mizan Productions
Genre : Remaja, Keluarga
Release : 2009
Tagline : "Yang paling penting, bukan seberapa besar mimpi kalian tapi seberapa besar kalian bagi mimpi itu"
Director : Riri Riza, Mira Lesmana
Cast : Lukman Sardi, Mathias Muchus, Nugie, Vikri Septiawan, Rendy Ahmad, Azwir Fitrianto, Landung Simatupang, Zulfani, Sandi Pranatha, Rieke Dyah Pitaloka, Maudy Ayunda, Yayu Unru, Jay Wijayanto, Nazril Irham (Ariel Peterpan)
Production Budget : 0.00
Synopsis :
Lanjutan film Laskar Pelangi ini menceritakan tentang kehidupan remaja Ikal (Vikri Septiawan) bersama teman-temannya : Arai (Rendy Ahmad) dan Jimbron (Azwir Fitrianto), yang disebut sebagai gerombolan Berandal oleh Pak Guru Mustar (Landung Simatupang), guru mereka yang mengajar dengan disiplin keras dan berpijak pada realita. Berbeda dengan Pak Balia (Nugie) yang mengajar agar murid-muridnya memiliki cita-cita setinggi mungkin. Arai adalah seorang remaja yang penuh dengan kehidupan dan semangat. Selalu dapat mengubah kesedihan menjadi kegembiraan, halangan menjadi tantangan, kegiatan sehari-hari menjadi petualangan yang luar biasa. Sedangkan Jimbron adalah anak gagap yatim-piatu yang sangat terobsesi pada kuda. Ayah Ikal (Mathias Muchus) selalu menganggap pendidikan adalah segalanya. Oleh karena itu baginya, acara pembagian rapor menjadi sesuatu hal yang sangat spesial. Arai selalu berusaha mempertahankan cita-citanya dengan keras. Ikal sempat berpikir untuk bekerja di kapa, karena menurutnya, itulah jalan singkat untuk bisa `melihat dunia`. Akhirnya saat yang dinanti tiba. Ikal dan Arai berangkat ke Jakarta untuk meneruskan sekolah. Mereka berhasil lulus dari Universitas Indonesia. Rasanya Paris tinggal selangkah lagi. Tapi mereka harus bekerja serabutan dulu untuk mengumpulkan biaya. Ikal bekerja di kantor pos, sedangkan Arai menghilang setelah menunjukkan iklan tentang bea-siswa di Eropa. Akhirnya Ikal dan Arai berhasil mewujudkan cita-cita mereka untuk bersekolah di Brussel.
|